BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung Series 6 Dorong Ekosistem Usaha Kuat melalui Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Bisnis

0
P1220094

MEDIA NUSANTARA, KABUPATEN BANDUNG — Upaya membangun ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi pengusaha, perbankan, dan para pelaku usaha.

 

Semangat tersebut mengemuka dalam Business Laboratory (BIZLAB) HIPMI Kabupaten Bandung Series 6 yang mengangkat tema “Membangun Ekosistem Usaha yang Kuat: Melalui Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Bisnis”.

 

Kegiatan berlangsung di Restorame, Sekretariat HIPMI Kabupaten Bandung, Jalan Ceuri No. 1, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, dengan dukungan Prime Aksara Klinik Mata sebagai sponsor.

 

BIZLAB Series 6 menjadi ruang pertemuan sekaligus pembelajaran bagi para pengusaha muda dan pelaku UMKM untuk memperoleh wawasan mengenai akses permodalan, pengembangan usaha, pemasaran, legalitas, hingga peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan akses dan skema modal usaha yang disampaikan oleh Manajer UMKM BJB Soreang, Bapak Redo Sulman. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya akses pembiayaan yang tepat bagi pelaku usaha dalam mengembangkan kapasitas dan keberlanjutan bisnis.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bandung, Adhitya Fatur Rohman. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Umum HIPMI Kabupaten Bandung, Pinsha Anhari Yusuf, didampingi Ketua Bidang UMKM HIPMI Kabupaten Bandung, Dudy Sandani, serta Direktur BIZLAB, Ardioga.

 

Rangkaian acara selanjutnya memasuki opening speech yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Drs. Yayan Suheryan, M.Si.

 

Kehadiran pemerintah daerah dalam forum tersebut memperlihatkan pentingnya ruang dialog langsung antara pemerintah dengan dunia usaha. Terlebih, penguatan sektor UMKM dan industri menjadi salah satu bagian penting dalam membangun perekonomian daerah.

 

Selanjutnya, pemaparan materi utama disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, Bapak H. Didin Syahidin, S.IP., M.Si.

 

Pemerintah Dorong Digitalisasi dan Perluasan Pasar UMKM

Dalam pemaparannya, Didin Syahidin menyampaikan sejumlah program dan peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM Kabupaten Bandung, termasuk pengembangan ekosistem digital.

 

Salah satu inovasi yang disampaikan adalah TOTAL BEDAS (Toko Digital Berdaya Saing). Program tersebut dikembangkan melalui berbagai upaya Dinas Koperasi dengan memanfaatkan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

 

“Bulan kemarin kami baru launching salah satu program inovasi dari Dinas Koperasi, yaitu TOTAL BEDAS (Toko Digital Berdaya Saing),” ungkapnya.

 

Menurutnya, platform tersebut sedang dikembangkan agar dapat masuk ke Play Store, sehingga nantinya tidak hanya menampilkan produk koperasi, tetapi juga membuka peluang bagi produk UMKM untuk masuk dan dipasarkan melalui platform tersebut.

 

Penguatan pemasaran digital juga diarahkan melalui kerja sama dengan berbagai marketplace.

 

“Kita juga bekerja sama dengan Shopee, Tokopedia, marketplace lainnya, agar produk UMKM bisa masuk ke sana,” jelasnya.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal agar produk UMKM Kabupaten Bandung tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas melalui ekosistem perdagangan digital.

 

Komunitas Usaha Jadi Jembatan Penguatan UMKM

Selain akses digital dan pemasaran, Didin juga menyoroti pentingnya komunitas dalam membantu pelaku usaha memperoleh informasi dan fasilitas pendukung bisnis.

 

Ia menyebut keberadaan PPKM (Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri Kabupaten Bandung) sebagai salah satu komunitas yang selama ini menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

 

Melalui jejaring komunitas, pelaku UMKM dapat memperoleh informasi dan pendampingan terkait berbagai kebutuhan usaha, termasuk fasilitasi sertifikasi halal maupun kebutuhan kekayaan intelektual seperti Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

 

“PPKM adalah salah satu komunitas yang selalu bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas pengusaha, dan pelaku UMKM dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat peningkatan kapasitas usaha masyarakat.

 

BIZLAB Dinilai Menjadi Ruang Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha

Dalam wawancara singkat mengenai pelaksanaan BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung Series 6, Didin Syahidin memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas HIPMI Kabupaten Bandung.

 

“Hari ini kami, kepala dinas perdagangan, menghadiri kegiatan BIZLAB yang digagas oleh HIPMI Kabupaten Bandung. Tentunya kami berterima kasih terhadap kegiatan ini, karena ini menjadi bagian yang akan mendorong pemerintah daerah dengan seluruh stakeholder untuk memajukan dan mendorong para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

 

Menurut Didin, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi penting karena persoalan UMKM tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

 

“Kehadiran hari ini menjadi bagian kami berkolaborasi. Permasalahan UMKM kita jawab lewat program yang ada di Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Perdagangan. Kami tidak bisa melakukannya sendiri,” katanya.

 

Ia menilai keberadaan forum seperti BIZLAB dapat membantu mempertemukan berbagai kepentingan sekaligus mempermudah pemerintah dalam menjangkau pelaku usaha.

 

“Adanya kegiatan ini sudah menjadi bagian untuk mempermudah tugas kami,” tambahnya.

 

HIPMI Didorong Terus Berada di Tengah Pelaku UMKM

Didin juga menyampaikan harapannya agar HIPMI Kabupaten Bandung dapat terus mengambil peran sebagai jembatan antara pengusaha muda, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah.

 

Ia berharap kegiatan seperti BIZLAB dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kolaborasi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berkembang menjadi kerja sama dan program nyata.

 

“Tentu sekali lagi acara ini menjadi positif, bagaimana supaya HIPMI bisa berada di tengah-tengah para pelaku usaha UMKM di dalamnya agar terjadi kolaborasi,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara kontinu sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Ke depan kegiatan ini mudah-mudahan secara kontinu bisa dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung terus meningkat dengan meningkatnya pendapatan para pelaku UMKM,” katanya.

 

Penguatan Sinergi Menjadi Kunci

BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung Series 6 pada akhirnya tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan bisnis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai unsur dalam ekosistem ekonomi daerah.

 

Perbankan hadir membawa perspektif akses pembiayaan. Pemerintah daerah menghadirkan program dan kebijakan pemberdayaan. HIPMI mengambil peran sebagai wadah pengusaha muda. Sementara pelaku UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem yang diharapkan mampu tumbuh bersama.

 

Semangat tersebut sejalan dengan langkah HIPMI Kabupaten Bandung yang dalam beberapa kegiatan sebelumnya juga mendorong penguatan akses perbankan, pembiayaan, dan pemberdayaan UMKM melalui sinergi dengan berbagai pihak.

 

Dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Usaha yang Kuat: Melalui Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Bisnis”, BIZLAB Series 6 menegaskan bahwa pertumbuhan dunia usaha membutuhkan konektivitas antarpemangku kepentingan.

 

Dari akses modal, legalitas, sertifikasi, digitalisasi, pemasaran hingga jejaring bisnis, seluruh elemen tersebut menjadi bagian yang saling berkaitan dalam perjalanan UMKM menuju usaha yang lebih kuat dan berdaya saing.

 

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan plakat, yakni dari Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bandung, Adhitya Fatur Rohman, kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, serta penyerahan plakat dari Ketua Bidang UMKM HIPMI Kabupaten Bandung, Dudy Sandani, kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung.

 

Kegiatan tersebut turut disiarkan secara langsung oleh ASBI Radio Station, sehingga pesan kolaborasi dan penguatan ekosistem usaha dapat menjangkau masyarakat serta pelaku usaha yang lebih luas.

 

BIZLAB HIPMI Kabupaten Bandung Series 6 menjadi catatan penting bahwa membangun perekonomian daerah bukan hanya tentang menciptakan sebanyak mungkin pelaku usaha, tetapi juga memastikan mereka memiliki akses terhadap modal, pasar, pengetahuan, teknologi, legalitas, jaringan dan kolaborasi.

 

Di tengah dinamika dunia usaha yang terus berkembang, sinergi antara pemerintah dan pelaku bisnis menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan Kabupaten Bandung yang semakin inklusif, adaptif dan berkelanjutan.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *