Antrean Panjang Warga Sumenep Viral di Medsos, Warga Rela Datang Sejak Siang demi Salat Tarawih Ramadan

0
2889624243

Media Nusantara, Sumenep, Jawa Timur — Sebuah video yang memperlihatkan antrean panjang warga yang rela menunggu sejak siang hari demi mendapatkan tempat untuk melaksanakan salat tarawih pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah viral di media sosial, khususnya Instagram. Tayangan itu menjadi perbincangan hangat warganet dan menyoroti antusiasme tinggi masyarakat Sumenep.

Video berdurasi sekitar 30 detik itu menampilkan ribuan warga yang duduk dan berdiri di sepanjang jalan di depan Musala Wakaf Abdullah, Kelurahan Kepanjen, Kota Sumenep. Para jamaah membawa sajadah, kursi lipat, payung, dan perlengkapan ibadah lain. Banyak warga yang tiba sejak pukul 14.00 WIB, atau sekitar 8 jam sebelum tarawih, untuk memastikan mendapat posisi terbaik.

Menurut unggahan akun @undercover.id, antrean panjang ini bukan hanya untuk beribadah, melainkan juga karena tradisi pembagian zakat tunai senilai Rp300.000 kepada jamaah setelah salat tarawih selesai. Tradisi yang rutin dilakukan tokoh masyarakat setempat ini disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong warga datang lebih awal.

“Selain beribadah, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi warga dan kesempatan menerima berkah zakat,” kata seorang jamaah yang ditemui di lokasi.

Fenomena antrean panjang ini memancing beragam komentar warganet. Banyak yang memuji semangat warga dalam menyambut Ramadan dan menjaga tradisi ibadah berjamaah. Namun sebagian lainnya menyoroti kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, yang harus menunggu lama di bawah terik matahari.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean meluber hingga ke badan jalan, namun tetap tertib berkat koordinasi pengelola musala dan perangkat desa setempat. Tidak ada laporan gangguan keamanan atau insiden negatif selama warga menunggu.

Fenomena ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan harmoni antara semangat religius dan tradisi lokal yang unik di Sumenep. Antrean panjang sejak siang hari menegaskan bagaimana warga setempat menjunjung tinggi nilai ibadah berjamaah sekaligus memanfaatkan kesempatan tradisi zakat yang sudah berlangsung turun-temurun.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *