Banjir Bandang Terjang Buleleng Bali, Korban Jiwa Bertambah dan Warga Masih Hilang

0
69ac0522e3ba4

Media Nusantara, Buleleng, Bali — Bencana banjir bandang menerjang wilayah Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan pada Jumat malam (6/3/2026). Arus air yang datang secara tiba-tiba menyeret sejumlah warga, merusak rumah, serta menimbun permukiman dengan material lumpur dan kayu. Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali, sedikitnya delapan orang warga terseret arus banjir bandang saat peristiwa terjadi. Dari jumlah tersebut, beberapa korban berhasil diselamatkan warga dan tim evakuasi, sementara tiga orang ditemukan meninggal dunia dan satu korban masih dalam pencarian hingga proses penyisiran terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Bencana ini menjadi salah satu peristiwa banjir bandang paling serius yang terjadi di wilayah Buleleng dalam beberapa tahun terakhir karena menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman warga.

Banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu di kawasan perbukitan sekitar Banjar sejak sore hingga malam hari. Debit air sungai meningkat secara drastis sehingga meluap dan menerjang permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai. Material yang terbawa arus tidak hanya berupa air, tetapi juga lumpur, batu besar, batang kayu, dan puing bangunan, sehingga memperparah dampak kerusakan di permukiman. Sejumlah rumah dilaporkan rusak berat akibat terjangan air. Bahkan di salah satu rumah warga, tembok kamar jebol setelah diterjang banjir setinggi sekitar empat meter, yang kemudian menyebabkan penghuni rumah terseret arus deras. Selain merusak rumah, banjir juga menimbun jalan desa dan merusak kendaraan milik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Setelah banjir surut, tim gabungan yang terdiri dari personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian, TNI, serta relawan langsung melakukan operasi pencarian korban. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai hingga beberapa kilometer dari lokasi awal korban hanyut. Dalam proses pencarian tersebut, tim SAR menemukan beberapa korban dalam kondisi meninggal dunia yang terseret hingga lebih dari satu kilometer dari titik kejadian. Petugas juga menggunakan peralatan pencarian, termasuk perahu karet dan alat pendeteksi, untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun material banjir. Operasi pencarian sempat mengalami kendala karena tebalnya lumpur dan banyaknya material kayu serta bebatuan yang menutupi aliran sungai.

Selain korban jiwa, banjir bandang juga menimbulkan dampak besar bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Data sementara menunjukkan ratusan kepala keluarga terdampak, dengan sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sebagian warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun lokasi yang lebih aman karena rumah mereka tertimbun lumpur atau mengalami kerusakan struktural. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh karena jalan desa tertutup material banjir dan aliran listrik di beberapa titik sempat dipadamkan demi alasan keselamatan.

Menanggapi bencana tersebut, pemerintah Kabupaten Buleleng segera mendirikan posko tanggap darurat untuk membantu penanganan korban serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir dan membuka kembali akses jalan yang tertutup. Ia menyebut banjir bandang yang terjadi kali ini merupakan salah satu yang paling parah karena menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman.

“Banjir bandang memang pernah terjadi di wilayah ini sebelumnya, namun kejadian kali ini cukup besar karena menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup luas,” ujarnya saat meninjau lokasi bencana.

Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi serta pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali. Intensitas hujan yang tinggi diperkirakan masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan bantaran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba di sungai atau saluran air di sekitar permukiman.

Hingga saat ini, proses pembersihan material banjir dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah daerah bersama relawan juga mulai menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, serta kebutuhan darurat bagi warga terdampak.Pemerintah berharap proses evakuasi dapat segera selesai dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas normal setelah kondisi wilayah dinyatakan aman.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *