Marak Penipuan Jual Beli Dapur Program MBG, Kerugian Korban Capai Ratusan Juta Rupiah
Media Nusantara, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah kini dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk melakukan penipuan. Modus yang digunakan beragam, mulai dari jual beli titik dapur, pengurusan izin mitra, hingga perekrutan tenaga kerja fiktif, dengan nilai kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah. Laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa praktik penipuan ini menyasar masyarakat, pelaku UMKM katering, hingga calon investor dapur program MBG. Salah satu modus yang terungkap adalah penjualan lokasi dapur MBG atau “titik dapur” secara ilegal. Para pelaku mengklaim memiliki akses ke sistem pendaftaran dapur atau jaringan di pemerintah. Di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) diduga menjual satu titik lokasi dapur MBG kepada beberapa orang sekaligus. Harga yang ditawarkan mencapai sekitar Rp200 juta per titik, sehingga total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp600 juta. Korban mengaku telah mentransfer dana untuk beberapa titik dapur yang dijanjikan dapat beroperasi dalam program MBG. Namun setelah pembayaran dilakukan, lokasi yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Praktik jual beli titik dapur ini juga pernah disoroti di DPR. Dalam rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN), anggota DPR mengungkap adanya dugaan ribuan titik dapur MBG yang didaftarkan tanpa pembangunan fisik, bahkan sebagian diduga diperjualbelikan oleh oknum tertentu.
Penipuan Pengurusan Izin Dapur MBG
Selain jual beli titik dapur, modus lain adalah pengurusan izin atau status verifikasi dapur MBG dengan imbalan uang. Di Kota Madiun, Jawa Timur, polisi menangkap tiga orang yang diduga melakukan penipuan terkait pengurusan status “titik biru” atau lokasi resmi dapur MBG. Para pelaku meminta biaya hingga Rp300 juta kepada korban agar lokasi dapur dapat disetujui pemerintah. Korban telah menyerahkan uang muka sebesar Rp100 juta sebelum akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi setelah janji pelaku tidak terealisasi.
Korban Bangun Dapur hingga Rp800 Juta
Kasus penipuan juga menimpa pelaku usaha katering di Tasikmalaya, Jawa Barat. Korban tergiur tawaran kelompok yang mengaku sebagai perwakilan pemerintah untuk program MBG. Korban bahkan membangun dapur umum sesuai arahan kelompok tersebut dengan biaya mencapai Rp800 juta. Namun setelah dapur selesai dibangun, janji untuk menjadi pemasok makanan program MBG tidak pernah terwujud. Selain itu, puluhan pelaku UMKM lain di daerah tersebut juga diminta menyetor uang sekitar Rp11 juta per orang sebagai biaya pendaftaran program.
Modus Lowongan Kerja Palsu
Penipuan terkait MBG juga terjadi melalui modus perekrutan tenaga kerja. Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, seorang pria menipu 92 orang warga dengan menjanjikan pekerjaan di dapur MBG sebagai petugas keamanan dan staf dapur. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp24,9 juta. Korban diminta membayar sejumlah uang sebagai syarat administrasi dan biaya pendaftaran pekerjaan.
Pemerintah Perketat Verifikasi Dapur MBG
Menanggapi berbagai kasus tersebut, Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa proses pendaftaran dapur MBG kini diperketat. Sistem terbaru mengharuskan calon mitra mendaftar terlebih dahulu sebelum membangun dapur, serta melewati tahap verifikasi administratif dan pengecekan lapangan. Jika dalam waktu tertentu tidak ada progres pembangunan, titik dapur akan otomatis dihapus dari sistem. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya dapur fiktif maupun praktik jual beli titik dapur.
Masyarakat Diminta Waspada
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa meloloskan pendaftaran dapur MBG atau menjual titik dapur. Seluruh proses resmi program MBG dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak memungut biaya dari masyarakat. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum atau pihak terkait.
