Kunjungan PM Malaysia Picu Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta, Sejumlah Ruas Protokol Ditutup Sementara
Media Nusantara, Jakarta – Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, ke Indonesia pada Kamis (26/3/2026) berdampak pada penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas utama Ibu Kota. Aparat kepolisian melakukan penutupan dan pengalihan arus kendaraan secara situasional guna mendukung kelancaran agenda kenegaraan tersebut.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan fokus pada jalur-jalur protokol yang dilalui rombongan tamu negara, khususnya menuju kawasan Istana Merdeka, tempat berlangsungnya agenda pertemuan bilateral.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, hingga akses menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Kawasan Sudirman–Thamrin yang dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis dan perkantoran menjadi salah satu titik paling terdampak, mengingat tingginya volume kendaraan pada jam kerja.
Penutupan jalan dilakukan secara bertahap dan bersifat sementara, yakni hanya saat iring-iringan kendaraan pejabat melintas. Setelah rombongan lewat, arus lalu lintas kembali dibuka untuk umum. Meski demikian, kondisi ini tetap menimbulkan perlambatan kendaraan di sejumlah titik, terutama pada jam sibuk pagi dan siang hari.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Pengalihan arus dilakukan ke sejumlah ruas alternatif guna mengurangi kepadatan, seperti melalui Jalan Rasuna Said, Jalan Satrio, serta beberapa jalan arteri lainnya di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi perjalanan dengan menghindari ruas-ruas yang terdampak serta memanfaatkan aplikasi navigasi untuk mencari rute tercepat. Selain itu, pengguna jalan juga diminta memastikan waktu tempuh lebih longgar guna menghindari keterlambatan akibat pengalihan arus.
Kunjungan Anwar Ibrahim ke Indonesia kali ini mencakup sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden RI untuk membahas kerja sama strategis di berbagai sektor, seperti ekonomi, investasi, dan hubungan bilateral kedua negara.
Sebagai bagian dari protokol kenegaraan, pengamanan ketat dan sterilisasi jalur menjadi hal yang lazim dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan tamu negara. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas menjadi langkah yang tidak terhindarkan meskipun berdampak pada mobilitas masyarakat.
Pemerintah dan aparat kepolisian pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengharapkan pengertian dari masyarakat demi kelancaran agenda diplomatik tersebut.
