Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Masyarakat Soroti Beban Transportasi dan Biaya Hidup

0
Screenshot 2026-06-10 12.55.24

Jakarta, 10 Juni 2026 – Keputusan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai hari ini menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia. Harga Pertamax yang sebelumnya berada di level Rp12.300 per liter kini resmi menjadi Rp16.250 per liter, atau mengalami kenaikan sekitar Rp3.950 per liter.

Kenaikan tersebut segera memicu perbincangan luas di berbagai daerah. Banyak masyarakat menilai harga baru Pertamax akan berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana utama bekerja dan beraktivitas sehari-hari.

Di sejumlah forum daring dan media sosial, masyarakat ramai membagikan perhitungan tambahan biaya yang harus mereka keluarkan setiap bulan akibat kenaikan BBM tersebut. Beberapa pengemudi ojek online dan pekerja sektor transportasi bahkan menyebut kenaikan harga ini berpotensi mengurangi pendapatan bersih mereka apabila tidak diimbangi dengan peningkatan penghasilan.

Pertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan mengikuti evaluasi harga minyak dunia dan ketentuan harga pasar yang berlaku. Menurut perusahaan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pasokan energi dan kondisi pasar global.

Selain Pertamax, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter. Namun BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga sehingga masih dapat digunakan oleh kelompok masyarakat yang memenuhi ketentuan penerima subsidi.

Para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga dapat mempengaruhi biaya produksi dan distribusi barang apabila tren kenaikan energi terus berlangsung. Karena itu, pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok dinilai perlu diperkuat agar tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan di tingkat konsumen.

Sementara itu, masyarakat berharap adanya langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang sedang berkembang.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *