Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Satu Warga Meninggal dan Puluhan Terluka
PALU – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) masih menyisakan duka dan kerusakan di sejumlah daerah hingga Rabu (17/6). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya satu orang meninggal dunia, puluhan warga mengalami luka-luka, sementara puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat guncangan kuat tersebut.
Gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan kuat di Palu, Sigi, Parigi Moutong, Donggala, hingga Poso.
Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi, yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Selain korban jiwa, BNPB mencatat sedikitnya 38 warga mengalami luka-luka dengan rincian 25 orang luka ringan dan 13 orang luka berat. Sebagian korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah kabupaten. Rumah warga mengalami retak berat hingga roboh, sementara beberapa fasilitas umum dan akses jalan mengalami kerusakan. Di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, tim BPBD masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah terdampak dan infrastruktur yang rusak.
BMKG mencatat aktivitas gempa susulan terus berlangsung setelah gempa utama terjadi. Hingga Selasa siang telah tercatat puluhan gempa susulan, dan jumlahnya terus bertambah hingga mencapai lebih dari 70 kejadian dengan magnitudo terbesar mencapai M5,2. Otoritas mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD terus melakukan asesmen lapangan serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Sejumlah titik pengungsian sementara juga disiapkan untuk mengantisipasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut
