Kebakaran Hebat di Babakan Ciparay Bandung, Tujuh Armada Damkar Dikerahkan
BANDUNG, MEDIA NUSANTARA — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan tempat usaha di Jalan H. Zakaria, RT 09 RW 01, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sebuah gudang kerajinan kayu serta sejumlah bangunan di sekitarnya.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu menyebabkan kerusakan berat pada bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal dan lokasi usaha warga. Berdasarkan laporan sejumlah media, sebanyak 10 bangunan terdampak, termasuk rumah kontrakan, kamar, gudang, dan tempat usaha konveksi.
Api dilaporkan pertama kali terlihat dari area gudang kerajinan kayu. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada berdekatan dengan sumber kebakaran.
Api Cepat Merambat ke Bangunan Sekitar
Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan permukiman membuat kejadian tersebut menjadi perhatian warga. Material kayu yang tersimpan di dalam gudang diduga turut mempercepat pembesaran api sehingga kobaran merambat ke bangunan di sekitarnya.
Seorang warga terdampak, Setiawati, menyampaikan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 05.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa sejumlah bangunan yang terbakar memiliki fungsi berbeda, mulai dari tempat tinggal hingga tempat usaha.
Bangunan yang terdampak dilaporkan mengalami kerusakan berat. Warga yang berada di sekitar lokasi menghadapi situasi darurat ketika api meluas dan mengancam bangunan lain di kawasan tersebut.
Tujuh Armada Pemadam Dikerahkan
Untuk menangani kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung mengerahkan tujuh unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Petugas melakukan upaya pemadaman agar api tidak terus menjalar ke area lain.
Berdasarkan pemberitaan IDN Times Jabar dan JPNN.com Jabar, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah proses pemadaman, petugas melakukan penanganan lanjutan di lokasi untuk memastikan situasi terkendali.
Polisi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut berdasarkan keterangan yang diberitakan pada Jumat pagi. Sementara itu, nilai kerugian materiil masih dalam proses penghitungan.
Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik
Kapolsek Babakan Ciparay, AKP Kardi, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting atau hubungan arus pendek listrik di dalam gudang kerajinan kayu.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir. Kepolisian melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan melibatkan tim INAFIS untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber awal api serta memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan kebakaran meluas hingga menghanguskan bangunan di sekitarnya.
Hingga informasi yang diberitakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Pentingnya Kewaspadaan terhadap Bahaya Kebakaran
Peristiwa di Sukahaji menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman yang berdekatan dengan gudang, tempat usaha, atau bangunan yang menyimpan material mudah terbakar.
Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan listrik sesuai kapasitas, serta memastikan sumber listrik dalam kondisi aman merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Masyarakat juga perlu memastikan jalur akses bagi kendaraan pemadam kebakaran tidak terhalang agar petugas dapat mencapai lokasi dengan cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Di sisi lain, penanganan pascakebakaran perlu memperhatikan kebutuhan warga terdampak, termasuk pendataan kerugian, tempat tinggal sementara jika diperlukan, serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang kehilangan tempat usaha.
Kebakaran di kawasan Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung, menjadi peristiwa serius karena berdampak pada tempat tinggal dan sumber penghidupan warga. Penanganan cepat oleh petugas pemadam kebakaran membantu menghentikan penyebaran api, sementara kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian.
Media Nusantara mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. Perkembangan mengenai penyebab kebakaran, penghitungan kerugian, maupun bantuan bagi warga terdampak perlu menunggu keterangan yang dapat diverifikasi.
Redaksi berita oleh MEDIA NUSANTARA
Sumber referensi: IDN Times Jabar, JPNN.com Jabar, ASBI News, Jurnal Nusantara, Jabar Today, Media Nusantara dan Inilahkoran
