Founder ASBI Grup Silaturahmi ke Kawargian Abah Alam Syah, Dari Kerinduan hingga Gagasan Kolaborasi
Media Nusantara, Bandung, 27 Agustus 2026 – Momentum silaturahmi menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang kemasyarakatan. Hal tersebut tercermin dalam pertemuan Founder ASBI Grup, H. Agus Darmawan, S.ST.Par., bersama Kawargian Abah Alam Syah pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pertemuan yang berlangsung sejak siang hingga malam hari tersebut menjadi momentum istimewa bagi H. Agus Darmawan. Setelah sekian tahun tidak bertemu, akhirnya pada 27 Agustus 2026 dirinya kembali dapat bersilaturahmi dan bertatap muka dengan Abah Alam Syah. Rangkulan hangat pun terasa dalam saat pertemuan itu berlangsung, seolah menghapus jarak dan waktu setelah sekian lama keduanya tidak bertemu.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan dan komunikasi yang terbuka. Tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu setelah sekian lama tidak berjumpa, silaturahmi tersebut juga diisi dengan pembahasan sejumlah gagasan dan program yang dinilai memiliki manfaat bagi masyarakat.
Berbagai persoalan dan peluang pengembangan program menjadi bahan pembicaraan, mulai dari pendidikan, kebudayaan, hukum hingga keagamaan. Keempat bidang tersebut dipandang memiliki keterkaitan erat dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, berbudaya, memahami hukum serta memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
Silaturahmi yang Mendapat Apresiasi
Kehadiran Founder ASBI Grup dalam silaturahmi tersebut mendapat apresiasi dari Kawargian Abah Alam Syah. Pertemuan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan memperluas ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.
Abah Alam Syah menyambut baik kembali terjalinnya silaturahmi tersebut. Menurutnya, pertemuan setelah sekian tahun tidak hanya menjadi momentum untuk menyambung kembali hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan dan potensi yang ada di masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi pertemuan ini. Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya kita bisa kembali duduk bersama, berbicara dan bertukar pikiran. Bagi saya, silaturahmi seperti ini sangat penting karena dari pertemuan dan komunikasi yang baik bisa lahir gagasan-gagasan yang bermanfaat,” ujar Abah Alam Syah.
Ia menilai pembahasan mengenai pendidikan, kebudayaan, hukum dan keagamaan merupakan hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan.
“Pendidikan penting untuk membangun generasi, kebudayaan menjadi identitas dan jati diri, hukum memberikan pemahaman tentang aturan dan tanggung jawab, sedangkan agama menjadi landasan moral. Kalau semuanya bisa berjalan bersama, tentu akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut juga menunjukkan bahwa hubungan antartokoh, komunitas dan elemen masyarakat tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui silaturahmi yang dilandasi rasa persaudaraan serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam pertemuan tersebut, H. Agus Darmawan atau yang akrab disapa Kang Danu, menilai bahwa banyak gagasan positif yang dapat dikembangkan apabila komunikasi dan silaturahmi terus dijaga.
Kang Danu mengungkapkan bahwa dirinya merasa bersyukur akhirnya dapat kembali bertemu dengan Abah Alam Syah setelah sekian tahun. Baginya, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri karena tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menyatukan pemikiran dan membicarakan berbagai program yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah sekian tahun akhirnya pada 27 Agustus 2026 saya bisa kembali bertemu dan bersilaturahmi dengan Abah Alam Syah. Ini menjadi pertemuan yang sangat berarti bagi saya. Ada rasa bahagia, haru dan sekaligus rasa syukur karena kami bisa kembali duduk bersama dalam suasana yang penuh kekeluargaan,” tutur Kang Danu.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi semata, tetapi juga membicarakan sejumlah gagasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Yang paling penting dari pertemuan ini bukan hanya karena kita kembali bertemu setelah sekian tahun, tetapi bagaimana silaturahmi ini bisa melahirkan komunikasi dan gagasan. Kami membahas pendidikan, kebudayaan, hukum dan keagamaan. Ini semua merupakan bidang yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Kang Danu.
Menurutnya, pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan, demikian pula pemahaman hukum dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya melihat banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama. ASBI Grup tentu memiliki ruang melalui media dan jejaring yang ada, sementara Kawargian Abah Alam Syah juga memiliki pengalaman serta lingkungan masyarakat yang luas. Kalau ini dipertemukan dengan komunikasi yang baik, insyaallah bisa menghasilkan program yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Membuka Ruang Kolaborasi
Pembahasan mengenai pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut. Pendidikan dipandang bukan hanya berkaitan dengan proses belajar secara formal, tetapi juga bagaimana membangun karakter, meningkatkan wawasan masyarakat serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang.
Sementara dari sisi kebudayaan, pembahasan diarahkan pada pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Bidang hukum juga menjadi bagian dari diskusi, khususnya berkaitan dengan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan, hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Adapun sektor keagamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembentukan karakter masyarakat. Nilai-nilai keagamaan dinilai dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Abah Alam Syah berpandangan bahwa keempat bidang tersebut seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita tidak bisa hanya berbicara tentang pendidikan tanpa membicarakan karakter. Kita juga tidak bisa menjaga kebudayaan tanpa memberikan pemahaman kepada generasi muda. Begitu juga hukum dan agama harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, semuanya harus saling menguatkan,” jelas Abah Alam Syah.
Pandangan tersebut mendapat respons positif dari Kang Danu. Ia menyebut bahwa kolaborasi lintas bidang merupakan salah satu ruang yang dapat dikembangkan ke depan.
“Saya kira ini menjadi awal yang baik. Kita tidak ingin pertemuan ini hanya menjadi cerita tentang pernah bertemu setelah sekian tahun, tetapi harus ada sesuatu yang bisa kita lanjutkan. Mudah-mudahan dari silaturahmi ini lahir program nyata,” kata Kang Danu.
Pertemuan dari Siang hingga Malam
Silaturahmi yang berlangsung cukup panjang, sejak siang hingga malam hari, menunjukkan intensitas komunikasi dan banyaknya hal yang menjadi bahan pembicaraan.
Bagi H. Agus Darmawan, pertemuan pada 27 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu momentum yang memiliki nilai tersendiri. Setelah sekian tahun akhirnya dapat kembali bertemu dengan Abah Alam Syah, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun kembali komunikasi sekaligus membicarakan berbagai gagasan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Waktu pertemuan dari siang sampai malam justru terasa cepat karena banyak hal yang dibicarakan. Ada cerita masa lalu, ada perkembangan hari ini, dan ada juga pembicaraan tentang apa yang bisa kita lakukan ke depan,” ungkap Kang Danu.
Ia berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif.
“Mudah-mudahan setelah pertemuan ini komunikasi tidak berhenti. Justru harus semakin baik. Kalau ada gagasan yang bagus, kita komunikasikan, kita susun dan kalau memang memungkinkan kita wujudkan bersama,” tambahnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa silaturahmi memiliki peran penting dalam mempertemukan gagasan, pengalaman dan semangat untuk berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat.
ASBI Grup dan Semangat Kolaborasi
Sebagai Founder ASBI Grup, H. Agus Darmawan selama ini menempatkan komunikasi dan kolaborasi sebagai bagian penting dalam membangun berbagai aktivitas yang berkaitan dengan media, masyarakat dan pengembangan program.
Melalui pertemuan dengan Kawargian Abah Alam Syah, terbuka ruang komunikasi untuk kemungkinan pengembangan sejumlah program bersama di masa mendatang.
Menurut Kang Danu, kolaborasi yang baik tidak harus selalu diawali dengan sebuah kegiatan besar.
“Kolaborasi itu tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang dimulai dari silaturahmi, kemudian berdiskusi, menyatukan pemikiran, lalu kita melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dari situ baru kita menentukan langkah,” jelasnya.
Sementara itu, Abah Alam Syah memberikan apresiasi terhadap semangat tersebut. Ia berharap komunikasi yang telah kembali terbangun dapat terus dijaga sehingga hubungan yang terjalin bukan hanya sebatas pertemuan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
“Saya berharap silaturahmi ini terus berlanjut. Jangan sampai berhenti di sini. Kalau ada hal-hal baik yang bisa dilakukan bersama, mari kita komunikasikan dan kita jalankan sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting niatnya baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Abah Alam Syah.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada sebuah pertemuan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pada bidang pendidikan, kebudayaan, hukum dan keagamaan.
Silaturahmi 27 Agustus 2026 akhirnya tidak hanya menjadi pertemuan dua sosok yang kembali dipertemukan setelah sekian tahun, tetapi juga menjadi momentum bertemunya gagasan untuk membangun manfaat yang lebih luas.
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa silaturahmi dapat membuka kembali ruang persaudaraan, mempertemukan pengalaman dan gagasan, sekaligus menjadi awal dari lahirnya kolaborasi yang lebih luas.
Bagi Kang Danu, pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam karena setelah sekian tahun akhirnya dapat kembali duduk bersama Abah Alam Syah dalam suasana penuh keakraban.
“Bagi saya, silaturahmi ini bukan sekadar bertemu. Ini adalah bagian dari perjalanan persaudaraan. Setelah sekian tahun kita dipertemukan kembali, mudah-mudahan pertemuan ini membawa keberkahan dan menjadi awal dari banyak kebaikan yang bisa kita lakukan bersama,” pungkas Kang Danu.
Semangat tersebut menjadi bagian dari prinsip bahwa silaturahmi memperkuat persaudaraan, komunikasi melahirkan gagasan, dan kolaborasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
