GEKRAFS Jawa Barat Tegaskan Arah dari Silaturahmi Menuju Aksi Nyata Penggerak Ekonomi Kreatif
Media Nusantara, Kabupaten Bandung – Dewan Pimpinan Wilayah Gekrafs Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Pengurus yang digelar pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Insight Kopi Soreang, Jl. Raya Soreang – Banjaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial pasca Idul Fitri, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi kreatif di Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus DPW, perwakilan DPD kabupaten/kota, komunitas kreatif, serta para pelaku usaha dari berbagai subsektor.
Dalam forum yang berlangsung hangat namun sarat substansi tersebut, berbagai gagasan strategis mengemuka mulai dari pentingnya penguatan ekosistem kreatif, peningkatan daya saing pelaku usaha, hingga perlunya kolaborasi lintas sektor yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua Umum Gekrafs Jawa Barat, Avip Firmansyah, dalam arahannya menegaskan bahwa Gekrafs harus hadir sebagai kekuatan nyata, bukan sekadar simbol gerakan.
“Ekonomi kreatif bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Gekrafs Jawa Barat harus mampu mengambil peran sebagai penggerak utama dengan menghadirkan program yang konkret, terukur, dan berdampak langsung,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa potensi besar yang dimiliki Jawa Barat belum sepenuhnya terkelola secara optimal. Oleh karena itu, Gekrafs dituntut untuk menjadi jembatan antara ide kreatif dan realisasi ekonomi yang memberikan nilai tambah.
“Ke depan, fokus kita adalah memastikan para pelaku ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri. Gekrafs harus hadir dalam bentuk pendampingan, fasilitasi legalitas, akses pembiayaan, serta membuka jalur pemasaran yang lebih luas melalui digitalisasi dan kolaborasi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Avip menekankan pentingnya perubahan pola pikir organisasi dari sekadar kegiatan seremonial menuju gerakan yang berbasis hasil dan kebermanfaatan nyata bagi anggota dan masyarakat luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi dan penyatuan visi, bahwa kekuatan utama Gekrafs terletak pada kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk menghadirkan terobosan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mempercepat langkah organisasi.
Melalui momentum ini, Gekrafs Jawa Barat menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, dengan orientasi pada pertumbuhan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Silaturahmi telah menguatkan ikatan. Kini saatnya bergerak menghadirkan dampak.
