“Alarm Bahaya Industri TPT Berbunyi! Ketua Umum IPKB, IKM Terancam Tumbang Jika Negara Abai”

0
WhatsApp Image 2026-04-12 at 10.20.35

Media Nusantara, Jakarta – Tekanan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM) sektor konveksi dan Tekstil Produk Tekstil (TPT) kian mengkhawatirkan. Lonjakan harga bahan baku seperti kain, plastik, dan karet bukan hanya sekadar persoalan biaya produksi, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan industri padat karya di Indonesia.

Ketua Umum IPKB, Nandi Herdiaman, secara tegas menyatakan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai dinamika biasa. Ia menilai, tanpa intervensi nyata dari pemerintah, gelombang pelemahan IKM bisa berujung pada keruntuhan ekosistem industri secara menyeluruh.

“Kenaikan bahan baku ini langsung menghantam margin pelaku IKM yang sejak awal sudah tipis. Kalau dibiarkan, ini bukan lagi soal bertahan, tapi soal kapan mereka tumbang,” tegasnya.

Menurutnya, akar persoalan tidak hanya berada pada kenaikan harga bahan baku, melainkan juga pada lemahnya perlindungan terhadap pasar domestik. Ia menekankan bahwa selama pasar tetap terjaga, pelaku IKM masih memiliki ruang untuk bertahan. Namun, jika pasar dibiarkan dikuasai produk luar dengan harga tidak sehat, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.

“Negara harus hadir menjaga market, baik offline maupun online. Jangan sampai pasar dalam negeri justru dikuasai produk impor ilegal dan praktik predatory pricing di marketplace. Ini tidak adil bagi pelaku usaha lokal,” ujar Nandi Herdiaman.

Di lapangan, dampaknya sudah mulai terasa. Banyak pelaku IKM terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan merumahkan karyawan demi menekan biaya operasional. Fenomena ini disebut sebagai sinyal darurat yang tidak boleh diabaikan.

“Ini sudah lampu merah. Ketika IKM mulai merumahkan pekerja, itu artinya daya tahan mereka sudah di batas akhir. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya PHK yang terjadi, tapi seluruh rantai industri TPT dari hulu hingga hilir bisa runtuh,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa solusi yang dibutuhkan bukan bersifat parsial, melainkan langkah komprehensif yang menyentuh dua aspek krusial: stabilitas bahan baku dan perlindungan pasar.

“IKM butuh kepastian. Kepastian bahan baku dengan harga wajar, dan kepastian pasar yang sehat. Tanpa itu, industri padat karya ini akan mati perlahan,” pungkas Nandi Herdiaman.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pemangku kebijakan. Jika tidak segera direspons dengan langkah konkret, Indonesia berpotensi kehilangan salah satu sektor strategis yang selama ini menjadi penopang ekonomi dan penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *