Hoaks Lowongan Kerja Kembali Marak, Tautan Palsu Catut Nama Pertamina
Media Nusantara, Jakarta — Gelombang penyebaran hoaks lowongan kerja kembali ramai terjadi secara nasional dan meresahkan masyarakat. Salah satu yang menuat adalah beredarnya tautan palsu yang mengatasnamakan rekrutmen perusahaan energi milik negara, Pertamina.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber media, tautan tersebut terbukti merupakan upaya phishing yang bertujuan mencuri data pribadi masyarakat. Modus yang digunakan pelaku adalah menyebarkan informasi lowongan kerja melalui pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan, lengkap dengan tautan yang menyerupai situs resmi.
Dalam pesan yang beredar, pelaku mencantumkan informasi rekrutmen dengan iming-iming gaji besar serta proses pendaftaran yang mudah. Namun, ketika diakses, tautan tersebut mengarahkan korban untuk mengisi data pribadi seperti nomor identitas, alamat email, hingga informasi sensitif lainnya.
Pihak PT Pertamina (Persero) telah memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar dan bukan bagian dari proses rekrutmen resmi. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan karyawan hanya dilakukan melalui saluran resmi dan tidak pernah memungut biaya apa pun.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak mudah memberikan data pribadi,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari berbagai laporan media.
Pakar keamanan siber Menyebutkan bahwa kasus phishing seperti ini kerap meningkat di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi lowongan kerja. Pelaku memanfaatkan kondisi tersebut untuk memanggil korban yang kurang waspada.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi perusahaan atau saluran komunikasi terpercaya sebelum mempercayai dan membagikan informasi lowongan kerja. Selain itu, penting untuk menghindari mengklik tautan mencurigakan serta tidak mengisi data pribadi pada situs yang tidak terverifikasi.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus melakukan penelusuran terhadap penyebaran tautan palsu tersebut serta mengajak masyarakat untuk ikut melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa.
