Tokoh Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Diduga Dipicu Dendam Lama
Media Nusantara, Maluku Tenggara – Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari wilayah timur Indonesia. Agrapinus Rumatora, yang dikenal sebagai Nus Kei, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026).
Korban yang juga diketahui merupakan paman dari John Kei serta menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, diserang sesaat setelah tiba di bandara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber media online, insiden tragis tersebut terjadi ketika korban baru saja turun dari pesawat dan berada di area bandara.
Pelaku diduga sudah menunggu kedatangan korban dan langsung melancarkan aksi penyerangan menggunakan senjata tajam. Serangan berlangsung cepat dan membuat korban mengalami luka serius.
Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, akibat luka yang cukup parah, nyawa Nus Kei tidak dapat diselamatkan.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa aksi penikaman ini diduga berkaitan dengan konflik lama atau dendam pribadi. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan motif di balik kejadian tersebut.
Hingga saat ini, aparat keamanan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Pengamanan Diperketat, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Pasca kejadian, situasi di sekitar bandara sempat mengalami peningkatan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihak kepolisian juga telah mengumpulkan sejumlah saksi dan rekaman CCTV untuk mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi pelaku.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait motif serta pihak yang terlibat. Perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar salah satu sumber kepolisian.
Kepergian Nus Kei menimbulkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Maluku Tenggara dan kalangan politik setempat. Selain dikenal sebagai tokoh daerah, ia juga memiliki pengaruh dalam berbagai aspek sosial dan organisasi.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik nasional, mengingat lokasi kejadian berada di area publik dengan tingkat keamanan tinggi seperti bandara.
Kasus tewasnya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menambah daftar panjang kasus kekerasan yang diduga dipicu konflik lama.
Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengungkap pelaku dan motif sebenarnya, serta memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
