Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, Bandara Maumere Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik
Flores Timur, NTT, 6 Juni 2026 – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat dan memicu gangguan pada aktivitas penerbangan di wilayah sekitar. Erupsi yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu pagi menghasilkan sebaran abu vulkanik yang berdampak langsung terhadap operasional Bandara Frans Seda Maumere.
Pihak pengelola bandara memutuskan menutup sementara operasional penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Abu vulkanik yang terbawa angin dilaporkan mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan mesin pesawat apabila penerbangan tetap dilakukan. Akibatnya, sejumlah penerbangan rute Maumere–Kupang, Maumere–Labuan Bajo, serta beberapa rute lainnya terpaksa dibatalkan.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu letusan mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak gunung dengan arah sebaran ke wilayah barat dan barat laut. Letusan juga disertai suara gemuruh yang terdengar hingga beberapa kilometer dari pusat erupsi.
Di media sosial, foto dan video letusan Gunung Lewotobi dengan cepat menyebar dan menjadi viral. Banyak pengguna internet membagikan rekaman kolom abu yang membumbung tinggi ke langit, sementara warga sekitar turut mengunggah kondisi wilayah yang terdampak hujan abu tipis.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Selain itu, warga yang berada di wilayah terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung guna menghindari gangguan kesehatan pada sistem pernapasan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara yang berada di jalur cincin api dunia memiliki tingkat aktivitas vulkanik yang tinggi sehingga kewaspadaan masyarakat harus selalu dijaga.
