Cabai Makin Mahal, Beras Masih Stabil! Begini Pergerakan Harga Pangan 22 September 2026

0
images (49)

MEDIA NUSANTARA, JAKARTA — Pergerakan harga pangan nasional pada Selasa, 22 September 2026, menjadi perhatian masyarakat karena terjadi perbedaan tren antara komoditas beras dan kelompok hortikultura. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia, sejumlah harga pangan utama relatif stabil, tetapi harga berbagai jenis cabai masih menunjukkan kenaikan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya rumah tangga, pedagang makanan, pelaku usaha kuliner, hingga UMKM, perlu mencermati perubahan harga komoditas yang digunakan sehari-hari.

Data PIHPS yang dikutip ANTARA pada Selasa pagi menunjukkan harga beras, minyak goreng, dan telur ayam relatif tidak mengalami perubahan, sementara beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah bergerak naik.

Harga Beras Masih Stabil

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah kondisi harga beras yang relatif stabil. Pada 22 September 2026, seluruh varian beras yang tercatat dalam PIHPS tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.

Harga beras kualitas bawah I berada di kisaran Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II tercatat sekitar Rp14.700 per kilogram.

Untuk beras kualitas medium, harga medium I berada pada Rp16.600 per kilogram, sementara medium II sekitar Rp16.400 per kilogram.

Adapun beras kualitas super I tercatat Rp17.900 per kilogram dan super II sekitar Rp17.350 per kilogram.

Stabilnya harga beras menjadi salah satu perkembangan penting karena beras merupakan salah satu komoditas pangan utama yang memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga.

Dengan harga beras yang tidak mengalami perubahan pada perdagangan nasional, tekanan terhadap konsumen dari komoditas pokok utama relatif lebih terkendali dibandingkan komoditas tertentu yang mengalami kenaikan.

Harga Cabai Terus Menguat

Berbeda dengan beras, kelompok cabai justru menunjukkan tren kenaikan.

Data PIHPS per 22 September mencatat harga cabai merah besar berada di sekitar Rp57.650 per kilogram, naik 1,86 persen.

Sementara itu, cabai merah keriting tercatat sekitar Rp70.050 per kilogram, mengalami kenaikan 4,55 persen.

Harga cabai rawit hijau juga meningkat 2,63 persen menjadi sekitar Rp68.200 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah yang mencapai sekitar Rp95.000 per kilogram, atau naik 1,93 persen.

Kondisi tersebut membuat cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang patut diperhatikan masyarakat. Harga yang mendekati Rp100 ribu per kilogram dapat memberikan dampak berbeda terhadap konsumen, tergantung wilayah, kualitas produk, dan kondisi pasar setempat.

Perlu dicatat bahwa angka PIHPS merupakan gambaran harga tingkat pedagang eceran secara nasional. Harga yang dibayar konsumen di pasar tertentu dapat berbeda karena faktor distribusi, lokasi, kualitas, dan pasokan.

Bawang Merah Naik Tipis, Bawang Putih Menurun

Selain cabai, komoditas bumbu dapur juga mengalami pergerakan.

Harga bawang merah ukuran sedang tercatat naik tipis 0,54 persen menjadi sekitar Rp37.450 per kilogram.

Sebaliknya, harga bawang putih ukuran sedang mengalami penurunan tipis. Data yang dikutip Bisnis mencatat harga sekitar Rp39.050 per kilogram atau turun 0,38 persen. ANTARA mencatat angka Rp39.090 berdasarkan pembaruan data pagi, menunjukkan adanya perbedaan waktu pembaruan yang sangat kecil.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga pangan dapat berubah dalam waktu relatif singkat sehingga pembaca perlu memperhatikan waktu pengambilan data ketika membandingkan harga.

Harga Daging dan Telur

Pada kelompok protein hewani, harga juga relatif beragam.

Harga daging ayam ras segar tercatat sekitar Rp42.200 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I berada di sekitar Rp152.500 per kilogram.

Daging sapi kualitas II tercatat sekitar Rp143.050 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di sekitar Rp30.000 per kilogram dan tercatat stabil dalam data PIHPS yang dipantau pada 22 September.

Pergerakan harga protein hewani menjadi perhatian karena komoditas tersebut banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Harga Gula dan Minyak Goreng Relatif Stabil

Pada kelompok gula, harga gula pasir premium tercatat sekitar Rp20.350 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di kisaran Rp19.150 per kilogram. Gula pasir lokal mengalami kenaikan tipis sekitar 0,26 persen.

Sementara itu, kelompok minyak goreng relatif stabil.

Harga minyak goreng curah berada di sekitar Rp20.400 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I sekitar Rp24.350 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II berada di kisaran Rp23.500 per liter.

Stabilnya harga minyak goreng menjadi informasi penting bagi masyarakat dan pelaku usaha kuliner karena komoditas tersebut merupakan salah satu kebutuhan produksi utama.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Pergerakan harga pangan pada 22 September memperlihatkan bahwa kondisi pasar tidak seragam. Ada komoditas yang stabil, mengalami penurunan tipis, tetapi ada pula yang terus mengalami kenaikan.

Bagi rumah tangga, kenaikan harga cabai dapat terlihat langsung pada pengeluaran belanja harian, terutama bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap bumbu dapur.

Sementara bagi pelaku usaha makanan seperti warung makan, pedagang gorengan, rumah makan, katering, dan UMKM kuliner, kenaikan bahan baku dapat memengaruhi biaya produksi.

Dalam kondisi seperti ini, pedagang memiliki sejumlah pilihan usaha, mulai dari melakukan penyesuaian pembelian, mencari pemasok dengan harga kompetitif, hingga menyesuaikan ukuran penggunaan bahan baku. Namun, keputusan tersebut tentunya bergantung pada kondisi usaha masing-masing.

Harga Nasional Tidak Selalu Sama dengan Harga di Pasar Daerah

Masyarakat juga perlu memahami bahwa angka harga pangan nasional tidak secara otomatis menggambarkan harga di setiap pasar.

Harga di tingkat konsumen dapat berbeda karena adanya biaya transportasi, jarak distribusi, kondisi pasokan daerah, kualitas komoditas, musim panen, serta mekanisme perdagangan di masing-masing wilayah.

Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui harga aktual sebaiknya tetap melakukan pengecekan di pasar atau sumber informasi harga pangan daerah masing-masing.

Cabai Menjadi Perhatian Utama

Dengan kondisi beras yang relatif stabil, perhatian pada perdagangan pangan 22 September 2026 justru banyak tertuju pada komoditas cabai.

Harga cabai merah keriting yang berada di sekitar Rp70 ribu per kilogram dan cabai rawit merah sekitar Rp95 ribu per kilogram menunjukkan bahwa kelompok hortikultura masih mengalami tekanan harga.

Bagi konsumen, perkembangan harga cabai menjadi penting karena komoditas tersebut merupakan bagian dari kebutuhan dapur masyarakat Indonesia sekaligus bahan baku utama industri kuliner.

Namun, kenaikan pada satu hari perdagangan belum tentu menunjukkan arah harga untuk periode berikutnya. Harga pangan sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti pasokan serta kondisi perdagangan.

Masyarakat Diminta Cermat Membaca Perubahan Harga

Perkembangan harga pangan 22 September 2026 pada akhirnya menunjukkan dua kondisi berbeda: beras dan sejumlah komoditas lain relatif stabil, sementara harga cabai masih mengalami kenaikan.

Data PIHPS Bank Indonesia menjadi salah satu rujukan untuk melihat perkembangan harga pangan secara nasional, tetapi masyarakat tetap perlu memahami bahwa harga aktual di setiap daerah dapat berbeda.

Bagi konsumen, pemantauan harga dapat membantu mengatur anggaran belanja. Sementara bagi pedagang dan pelaku UMKM, informasi harga bahan baku dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengelola biaya produksi.

Pergerakan harga pangan juga akan terus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, biaya produksi usaha, serta aktivitas perdagangan di berbagai daerah.

ASBI Media Center mencatat, perkembangan harga pangan nasional pada 22 September 2026 memperlihatkan kondisi yang relatif stabil pada sejumlah komoditas utama, tetapi kenaikan harga cabai tetap menjadi salah satu isu yang perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan.

Data harga utama 22 September 2026

Komoditas Harga sekitar/kg
Beras bawah I Rp14.900
Beras bawah II Rp14.700
Beras medium I Rp16.600
Beras medium II Rp16.400
Beras super I Rp17.900
Beras super II Rp17.350
Cabai merah besar Rp57.650
Cabai merah keriting Rp70.050
Cabai rawit hijau Rp68.200
Cabai rawit merah Rp95.000
Bawang merah Rp37.450
Daging ayam ras Rp42.200
Daging sapi kualitas I Rp152.500
Telur ayam ras Rp30.000

Sumber: PIHPS Nasional Bank Indonesia, data 22 September 2026 yang dikutip ANTARA dan Bisnis.com.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *