BNPB: Banjir Dominasi Bencana Nasional, Ribuan Warga Terdampak di Berbagai Daerah
Media Nusantara, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia dalam beberapa hari terakhir hingga 19 April 2026.
Dalam laporan resminya, BNPB mencatat sejumlah kejadian banjir terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dengan dampak yang cukup luas terhadap masyarakat.

Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Haruyan berdampak pada 866 kepala keluarga atau sekitar 2.876 jiwa. Meski demikian, kondisi terkini dilaporkan mulai berangsur surut.
Selain di Kalimantan, banjir juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi dan luapan sungai berdampak pada 1.211 kepala keluarga atau 3.792 jiwa, bahkan menyebabkan satu korban jiwa.
Sementara itu di Jawa Barat, banjir di Kabupaten Bandung dilaporkan berdampak besar dengan total lebih dari 10.200 kepala keluarga atau sekitar 29.445 jiwa terdampak, serta satu korban meninggal dunia. Ketinggian air di beberapa wilayah dilaporkan masih mencapai 10 hingga 160 cm.
BNPB menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah terdampak kini mulai menunjukkan penurunan debit air, namun proses penanganan dan pemulihan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta mendorong kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, maupun cuaca ekstrem, serta segera mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas setempat guna menghindari risiko yang lebih besar.
