Bandung Jadi Panggung Sepak Bola Internasional, Polda Jabar Kawal Ketat Vietnam hingga Thailand
BANDUNG, MEDIA NUSANTARA – Perhelatan sepak bola internasional FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia mulai mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Sebanyak empat tim negara peserta yang tergabung dalam Grup B akan menjalani pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Empat negara tersebut yakni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Mereka dijadwalkan menjalani rangkaian pertandingan Grup B di Kabupaten Bandung dalam turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dan peserta lainnya.
Polda Jawa Barat memastikan kesiapan pengamanan, khususnya menyangkut keamanan perjalanan tim, akomodasi, tempat latihan, jalur menuju stadion hingga pengaturan arus lalu lintas pada hari pertandingan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Reydian Kokrosono mengatakan pihaknya telah melaksanakan gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel dalam mengamankan pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung.
Menurutnya, jajaran kepolisian telah menyiapkan personel dan pola pengamanan, termasuk sektor lalu lintas yang diperkirakan menghadapi peningkatan mobilitas kendaraan selama pertandingan berlangsung.
Enam Kawasan Pengamanan Disiapkan
Pengamanan lalu lintas menjadi salah satu perhatian utama karena Stadion Si Jalak Harupat berada di kawasan yang memiliki sejumlah jalur akses dari Bandung dan wilayah sekitarnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa jalur arteri menuju kawasan stadion telah dibagi menjadi enam kawasan pengamanan.
Pengamanan tersebut membentang mulai dari kawasan Fly Over Kopo, Sayati, Katapang, Soreang, hingga gerbang Stadion Si Jalak Harupat dan Gajah Mekar.
Sebanyak 156 personel ditempatkan pada enam kawasan tersebut untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus memastikan mobilitas tim, ofisial, suporter dan masyarakat dapat berjalan dengan tertib.
Sejumlah skema lalu lintas juga telah disiapkan, mulai dari sterilisasi jalur, penyekatan pada titik tertentu hingga pengawalan terhadap bus pemain dan pergerakan suporter menuju stadion.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi kemacetan maupun penumpukan kendaraan yang berpotensi terjadi menjelang dan setelah pertandingan.
Pengamanan Tidak Hanya di Stadion
Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jawa Barat tidak hanya dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat.
Polda Jabar juga memberikan perhatian terhadap sejumlah lokasi yang menjadi tempat menginap para delegasi serta tempat latihan tim peserta.
Sejumlah hotel di Kota Bandung yang menjadi lokasi akomodasi delegasi turut mendapat pengamanan. Selain itu, 125 personel Polrestabes Bandung disiapkan untuk mengamankan empat lokasi latihan tim peserta Grup B.
Lokasi latihan tersebut mencakup Lapangan Arcamanik, Saraga ITB, Lapangan Sidolig dan Lapangan Unpad.
Artinya, pola pengamanan tidak hanya berpusat di sekitar stadion, tetapi mencakup rangkaian aktivitas tim sejak kedatangan, perjalanan, penginapan, latihan hingga pertandingan.
2.026 Personel Gabungan Disiapkan
Polda Jawa Barat menyiapkan 2.026 personel gabungan untuk pengamanan pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B di Stadion Si Jalak Harupat.
Pengamanan di kawasan stadion menggunakan sistem empat ring, mulai Ring 1 hingga Ring 4. Pada Ring 1, pengamanan dilakukan oleh steward dan apabila terdapat kondisi tertentu dapat meminta bantuan kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, pengamanan secara nasional juga melibatkan jajaran kepolisian di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
ANTARA melaporkan Polri menyiapkan 5.641 personel gabungan untuk mengamankan keseluruhan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung. Pengamanan mencakup kedatangan tim, hotel, lokasi latihan hingga perjalanan menuju stadion.
Koordinasi Jakarta-Bandung Diperkuat
Karena sejumlah tim peserta datang dan menjalani aktivitas melalui wilayah Jakarta sebelum menuju Jawa Barat, Polda Jabar juga melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan tim dari wilayah Jakarta menuju Bandung dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar menyebut evaluasi pengamanan dilakukan secara rutin untuk menentukan skala prioritas operasional di lapangan.
Dengan pola tersebut, pengamanan diharapkan dapat menyesuaikan situasi aktual selama turnamen berlangsung.
Si Jalak Harupat Jadi Panggung Sepak Bola Internasional
Stadion Si Jalak Harupat memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Menurut informasi resmi FIFA, edisi perdana FIFA ASEAN Cup berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Untuk Division 1 di Indonesia, Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu venue bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta.
Grup B yang bermarkas di Kabupaten Bandung dihuni oleh Vietnam, Pakistan, Thailand dan Filipina.
Sementara Grup A yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Malaysia dan Singapura memainkan pertandingan di Jakarta.
Dengan demikian, masyarakat Jawa Barat akan menjadi bagian dari momentum penyelenggaraan kompetisi sepak bola internasional yang membawa empat tim negara peserta ke Kabupaten Bandung.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Ketertiban
Selain kesiapan aparat, kelancaran turnamen juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan suporter.
Polri sebelumnya menegaskan bahwa pengamanan pertandingan internasional tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, PSSI, penyelenggara, pengelola stadion, suporter dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban.
Bagi masyarakat yang hendak menyaksikan pertandingan secara langsung, kepatuhan terhadap aturan stadion dan arahan petugas menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan aman.
Polda Jabar juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan di sekitar jalur menuju Stadion Si Jalak Harupat.
Momentum Bagi Kabupaten Bandung
Kehadiran empat tim internasional di Kabupaten Bandung bukan hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan penyelenggaraan.
Mobilitas pemain, ofisial, suporter, pekerja penyelenggara hingga masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan akan membuat kawasan sekitar stadion menjadi salah satu titik aktivitas selama turnamen berlangsung.
Karena itu, kesiapan transportasi, keamanan, pelayanan publik dan ketertiban menjadi faktor penting selama pertandingan.
Bagi Kabupaten Bandung dan Jawa Barat, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola bertaraf internasional.
Dengan pengamanan yang telah dipersiapkan sejak sebelum pertandingan, masyarakat kini tinggal menantikan bergulirnya pertandingan Grup B di Stadion Si Jalak Harupat.
Redaksi berita oleh ASBI Media Center
Sumber : MEDIA NUSANTARA
