HUT ke-58 KADIN, KADIN Kabupaten Bandung Dorong Konsolidasi dan Kolaborasi Dunia Usaha
Kabupaten Bandung, Media Nusantara — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Bandung.
Momentum yang diperingati pada 24 September 2026 tersebut tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang KADIN Indonesia, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat peran KADIN di daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pengembangan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja.
Ketua KADIN Kabupaten Bandung, Mohamad Iqbal, menyampaikan bahwa HUT ke-58 KADIN harus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bandung.
Menurutnya, konsolidasi internal dan kolaborasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berkembang.
“HUT ke-58 KADIN menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan langkah seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bandung. KADIN harus mampu menjadi rumah bersama dunia usaha sekaligus jembatan komunikasi yang konstruktif antara pengusaha dan pemerintah daerah,” ujar Mohamad Iqbal.
Mohamad Iqbal menilai pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
KADIN Kabupaten Bandung, kata dia, akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif, terbukanya akses pasar, peningkatan investasi, penguatan UMKM, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Dunia usaha membutuhkan kepastian, kemudahan berusaha, akses pembiayaan, akses pasar dan ruang kolaborasi. Karena itu, KADIN Kabupaten Bandung akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pihak,” katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan agenda KADIN Indonesia pada HUT ke-58 yang menekankan penguatan ekosistem usaha melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi dan UMKM. Dalam rangkaian Rapimprov KADIN, berbagai aspirasi daerah juga dihimpun untuk menjadi bagian dari pembahasan agenda dunia usaha di tingkat nasional.
Menurut Mohamad Iqbal, UMKM memiliki posisi penting dalam struktur perekonomian Kabupaten Bandung. Karena itu, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga membuka peluang kemitraan dengan dunia usaha berskala lebih besar.
“Kita ingin UMKM Kabupaten Bandung tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas. KADIN akan mendorong terciptanya ekosistem yang memungkinkan pelaku UMKM mendapatkan akses dan peluang yang lebih besar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pengusaha besar dan UMKM dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan daya saing produk daerah.
Peringatan HUT ke-58 KADIN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi dunia usaha memiliki agenda yang lebih luas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

KADIN Kabupaten Bandung akan mendorong agar hasil konsolidasi dan komunikasi dengan pelaku usaha dapat diterjemahkan ke dalam program-program yang memiliki manfaat nyata.
“Harapan kami, semangat HUT ke-58 ini bukan hanya menjadi slogan. Dari konsolidasi kita membangun kolaborasi, dan dari kolaborasi kita hadirkan aksi nyata bagi dunia usaha dan masyarakat Kabupaten Bandung,” tutur Mohamad Iqbal.
KADIN Indonesia sendiri berdiri pada 24 September 1968 dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 memiliki peran sebagai wadah dunia usaha sekaligus mitra pemerintah dalam pengembangan perekonomian. Memasuki usia ke-58, KADIN kembali menegaskan pentingnya keterhubungan antara agenda ekonomi nasional dengan kebutuhan dunia usaha di daerah.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, KADIN Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Mohamad Iqbal diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi, konsolidasi dan kolaborasi antarpelaku usaha sehingga tercipta ekosistem ekonomi Kabupaten Bandung yang produktif, inklusif dan berdaya saing.
