Isu Mundurnya H. Agus Darmawan dari Ketua SUMU Kabupaten Bandung Mencuat, Kang Danu Beri Sinyal Ada Perubahan
MEDIA NUSANTARA, JAKARTA, 23 September 2026 — Isu mengenai kemungkinan mundurnya H. Agus Darmawan, S.ST.Par atau yang akrab disapa Kang Danu, dari posisi Ketua Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Bandung mulai menjadi perhatian di kalangan pelaku usaha dan sejumlah jaringan organisasi ekonomi.
Informasi tersebut mencuat di tengah aktivitas Kang Danu yang belakangan diketahui cukup aktif dalam berbagai kegiatan dunia usaha, organisasi, media, hingga kegiatan sosial. Namun demikian, hingga saat ini belum ditemukan pernyataan resmi dari struktur SUMU Kabupaten Bandung yang secara terbuka mengumumkan pergantian atau pengunduran dirinya.
Sebelumnya, pada Mei 2026, H. Agus Darmawan masih diberitakan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Serikat Usaha Muhammadiyah Kabupaten Bandung. Dalam pemberitaan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan baru KADIN Kabupaten Bandung serta menekankan pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha, penguatan UMKM dan pengembangan ekonomi masyarakat.
SUMU sendiri dikenal sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, menciptakan sinergi bisnis serta mendorong kontribusi ekonomi bagi masyarakat.
Pada Rabu, 23 September 2026, redaksi berkesempatan bertemu dengan H. Agus Darmawan atau Kang Danu di salah satu hotel bintang lima di kawasan Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, isu mengenai kabar dirinya akan mundur dari posisi Ketua SUMU Kabupaten Bandung menjadi salah satu topik yang ditanyakan secara langsung.
Ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Kang Danu tidak menampik bahwa dirinya tengah mempertimbangkan sejumlah hal terkait aktivitas organisasi dan tanggung jawab yang sedang dijalankan.
“Memang ada banyak hal yang sedang saya pertimbangkan. Saya tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru karena setiap amanah organisasi memiliki tanggung jawab dan konsekuensi,” ujar Kang Danu dalam perbincangan tersebut.
Menurutnya, sebuah jabatan organisasi bukan semata-mata persoalan posisi, tetapi menyangkut amanah, komunikasi dengan anggota, program kerja serta keberlanjutan organisasi.
“Saya selalu melihat jabatan sebagai amanah. Kalau memang ada perubahan ke depan, tentu harus dilakukan dengan cara yang baik, melalui komunikasi dan mekanisme organisasi yang berlaku,” katanya.
Kang Danu juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin isu mengenai kemungkinan pengunduran dirinya berkembang menjadi polemik ataupun menimbulkan kesalahpahaman di antara para pelaku usaha dan anggota organisasi.
“Saya tidak ingin ini menjadi polemik. Yang paling penting adalah bagaimana organisasi tetap berjalan, anggota tetap solid dan program-program untuk pemberdayaan pengusaha tetap bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Suasana wawancara kemudian sedikit mencair ketika pembicaraan bergeser pada aktivitas organisasi yang selama ini dijalankan Kang Danu.
Dengan nada santai dan sedikit bercanda, ia mengatakan bahwa aktivitas organisasinya sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan SUMU.
“Kalau soal organisasi, bukan hanya SUMU. Ada KADIN, HIPMI, AMKI, dan masih banyak lagi. Kalau semuanya saya sebutkan satu-satu, nanti wawancaranya bisa sampai sarapan pagi,” ujar Kang Danu sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada bercanda, namun sekaligus menggambarkan bahwa aktivitas Kang Danu selama ini cukup beragam di berbagai lingkungan organisasi dan dunia usaha.
“Jadi jangan dikira kalau misalnya saya tidak lagi di satu organisasi, kemudian saya berhenti berorganisasi. Tidak begitu. Masih banyak kegiatan yang harus dikerjakan,” lanjutnya.
Ia bahkan kembali bergurau bahwa terlalu banyaknya aktivitas organisasi membuat dirinya terkadang harus pintar membagi waktu.
“Yang susah itu bukan mencari organisasi, yang susah mencari waktu luangnya,” katanya sembari tertawa.
Menurut Kang Danu, keterlibatannya dalam berbagai organisasi bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. Baginya, setiap organisasi memiliki fungsi dan ruang pengabdian yang berbeda.
“Saya masuk organisasi bukan untuk mengejar banyak jabatan. Saya ingin membangun jaringan, berdiskusi, mencari solusi dan kalau bisa memberikan manfaat. Setiap organisasi punya karakter dan bidang masing-masing,” jelasnya.
Ia menyebut KADIN, HIPMI, AMKI dan sejumlah organisasi lainnya sebagai bagian dari ruang kolaborasi yang memiliki hubungan dengan aktivitas dunia usaha, media dan masyarakat.
“Ada yang fokus pada dunia usaha, ada yang berbicara mengenai pengusaha muda, ada yang bergerak di bidang media dan komunikasi. Semuanya bisa saling melengkapi,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah kemungkinan pengunduran diri dari posisi Ketua SUMU Kabupaten Bandung akan membuat dirinya meninggalkan aktivitas organisasi dan dunia usaha, Kang Danu memberikan jawaban berbeda.
Menurutnya, aktivitas sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi bagian dari perjalanan yang akan terus dijalankan.
“Kalau soal dunia usaha dan kegiatan sosial, saya tetap berjalan. Mundur atau tidak dari sebuah posisi organisasi bukan berarti berhenti berkarya. Justru saya ingin lebih banyak memberikan manfaat melalui berbagai ruang yang memungkinkan,” tuturnya.
Kang Danu juga menyampaikan bahwa dunia usaha saat ini membutuhkan kolaborasi lintas organisasi. Menurutnya, pengusaha, UMKM, komunitas, lembaga sosial, media dan berbagai elemen masyarakat perlu membangun komunikasi agar aktivitas ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Terkait kabar mundurnya dari jabatan Ketua SUMU Kabupaten Bandung, Kang Danu belum menyampaikan secara terbuka mengenai tanggal maupun mekanisme pengunduran dirinya.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut, apabila benar dilakukan, harus ditempuh melalui mekanisme organisasi dan disampaikan secara resmi.
“Kalau sudah ada keputusan resmi, tentu akan saya sampaikan. Saya tidak ingin keputusan organisasi disampaikan melalui rumor. Biarkan semuanya berjalan sesuai mekanisme dan komunikasi yang baik,” kata Kang Danu.
Pernyataan tersebut sekaligus memberikan sinyal bahwa pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinannya di SUMU Kabupaten Bandung memang sedang menjadi pertimbangan, namun belum dapat disimpulkan sebagai pengunduran diri yang telah resmi.
Fokus pada Kolaborasi dan Pemberdayaan Pengusaha
Di tengah munculnya isu tersebut, Kang Danu menegaskan bahwa perhatian utamanya tetap pada bagaimana dunia usaha dapat berkembang dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menilai tantangan pelaku usaha saat ini tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga akses pasar, legalitas, jaringan bisnis, digitalisasi, sumber daya manusia dan kemampuan membangun kolaborasi.
“Pengusaha jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membangun ekosistem. UMKM harus mendapatkan akses, pengusaha harus saling membuka jaringan dan organisasi harus menjadi jembatan untuk mempertemukan berbagai kepentingan,” ujarnya.
Ia juga berharap setiap organisasi usaha dapat menjalankan fungsi masing-masing tanpa saling berbenturan.
“Yang penting bukan siapa yang duduk di kursi ketua. Yang jauh lebih penting adalah apa yang bisa kita kerjakan untuk anggota dan masyarakat,” katanya.
Dengan adanya pernyataan tersebut, kabar mengenai mundurnya H. Agus Darmawan dari posisi Ketua SUMU Kabupaten Bandung untuk sementara masih berada pada tahap isu atau kemungkinan perubahan kepemimpinan.
Belum ada pengumuman resmi yang ditemukan mengenai pergantian Ketua SUMU Kabupaten Bandung. Karena itu, kepastian mengenai apakah Kang Danu benar-benar mengundurkan diri, tetap melanjutkan amanah, atau akan mengambil langkah organisasi lainnya masih menunggu proses dan pernyataan resmi dari pihak terkait.
Pertemuan di Jakarta pada 23 September 2026 setidaknya memberikan gambaran bahwa Kang Danu menyadari adanya pertanyaan publik mengenai posisinya di SUMU Kabupaten Bandung.
Namun satu hal yang ditegaskannya adalah bahwa apapun keputusan yang akan diambil nantinya, ia berharap tidak menimbulkan perpecahan dan tetap mengedepankan kepentingan organisasi, dunia usaha serta masyarakat.
“Saya ingin semuanya tetap baik. Kalau ada perubahan, mari kita lakukan dengan dewasa. Kalau ada amanah yang harus dilanjutkan, juga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pada akhirnya, yang kita cari adalah manfaat,” pungkas Kang Danu.
Redaksi berita : ASBI Media Center
