Harga Sembako Jabar Hari Ini: Cabai Makin Mahal, Sejumlah Komoditas Justru Turun

0
Screenshot 2026-09-29 00.14.54

MEDIA NUSANTARA, JAWA BARAT — Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Barat pada Senin, 28 September 2026, kembali menjadi perhatian masyarakat. Harga kebutuhan pokok di tingkat pasar menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara beberapa bahan pangan lainnya justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dirangkum dalam pemberitaan media pada Senin (28/9/2026), perubahan paling mencolok terlihat pada kelompok komoditas cabai. Cabai merah besar dan cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, konsumen juga mendapat kabar positif karena sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau, bawang merah, cabai merah keriting, daging ayam ras, dan telur ayam tercatat bergerak turun.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga pangan tidak bergerak secara seragam. Perubahan harga dapat terjadi dari hari ke hari dan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Cabai Merah Besar Mengalami Kenaikan

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai merah besar. Berdasarkan data yang dirangkum dari PIHPS pada Senin pagi, harga rata-rata cabai merah besar di Jawa Barat berada di kisaran Rp50.400 per kilogram.

Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp4.150 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Perubahan tersebut menjadikan cabai merah besar sebagai salah satu komoditas yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga pangan Jabar hari ini.

Kenaikan harga cabai pada dasarnya dapat memberikan dampak langsung terhadap konsumen, terutama masyarakat yang menggunakan cabai sebagai kebutuhan sehari-hari. Selain rumah tangga, perubahan harga juga dapat dirasakan oleh pelaku usaha kuliner, pedagang makanan, restoran, hingga usaha mikro dan kecil.

Cabai Rawit Merah Ikut Naik

Tidak hanya cabai merah besar, cabai rawit merah juga mengalami kenaikan.

Harga cabai rawit merah di Jawa Barat tercatat sekitar Rp80.250 per kilogram berdasarkan data yang dihimpun pada Senin (28/9/2026). Nilai tersebut meningkat sekitar Rp1.600 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya.

Kenaikan harga cabai rawit menjadi perhatian karena komoditas tersebut termasuk salah satu bahan pangan yang banyak digunakan masyarakat.

Kenaikan di tingkat pasar juga dapat berpengaruh terhadap biaya produksi makanan. Pedagang makanan biasanya harus menyesuaikan antara harga bahan baku, biaya operasional, dan harga jual kepada konsumen.

Namun, kenaikan tersebut tidak berarti seluruh jenis cabai mengalami kondisi yang sama.

Cabai Rawit Hijau Justru Mengalami Penurunan

Berbeda dengan cabai merah besar dan cabai rawit merah, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan.

Harga cabai rawit hijau tercatat sekitar Rp47.050 per kilogram, atau turun sekitar Rp4.350 per kilogram dari periode sebelumnya.

Perbedaan arah pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan harga pangan sangat bergantung pada komoditas, ketersediaan pasokan, permintaan pasar, serta kondisi distribusi.

Dengan demikian, masyarakat tidak dapat melihat kenaikan satu komoditas sebagai gambaran keseluruhan harga pangan di Jawa Barat.

Bawang Merah Turun

Selain cabai rawit hijau, bawang merah juga tercatat mengalami penurunan.

Harga bawang merah di Jawa Barat berada di sekitar Rp31.250 per kilogram, turun sekitar Rp2.800 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan tersebut menjadi kabar positif bagi konsumen karena bawang merah merupakan salah satu bahan utama dalam kebutuhan rumah tangga maupun industri kuliner.

Meski demikian, harga di masing-masing pasar dapat berbeda karena data yang digunakan merupakan rata-rata dan kondisi perdagangan di lapangan dapat berubah mengikuti pasokan serta permintaan setempat.

Harga Ayam dan Telur Ikut Turun

Perubahan positif juga terlihat pada kelompok pangan hewani.

Harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp38.900 per kilogram, atau turun sekitar Rp1.450 per kilogram. Sementara harga telur ayam ras berada di kisaran Rp25.950 per kilogram, turun sekitar Rp1.000 per kilogram.

Penurunan dua komoditas tersebut berpotensi memberikan sedikit ruang bagi konsumen dan pelaku usaha kuliner dalam mengatur belanja harian.

Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan bahwa harga yang diterima konsumen di pasar tradisional maupun toko dapat berbeda berdasarkan lokasi, kualitas produk, dan waktu pembelian.

Harga Beras Relatif Menjadi Perhatian

Komoditas beras juga menjadi bagian penting dalam pemantauan harga pangan.

Data yang dirangkum untuk wilayah Jawa Barat mencatat harga beras sekitar Rp14.700 per kilogram, beras medium sekitar Rp15.750 per kilogram, sedangkan beras super berada di kisaran Rp16.900 per kilogram.

Beras memiliki posisi strategis karena merupakan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, perubahan harga beras biasanya menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan dalam perkembangan harga pangan.

Selain harga, ketersediaan pasokan juga menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Harga Gula Cenderung Stabil

Berbeda dengan sejumlah komoditas yang mengalami perubahan, harga gula dalam data tersebut relatif tidak mengalami perubahan berarti.

Harga gula premium tercatat sekitar Rp19.200 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di sekitar Rp18.650 per kilogram.

Kondisi harga gula yang relatif stabil menjadi salah satu komponen yang memberikan gambaran bahwa tidak semua kebutuhan pokok mengalami tekanan harga pada waktu yang sama.

Minyak Goreng Masih Bergerak

Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sekitar Rp23.150 per liter.

Minyak goreng menjadi komoditas penting karena digunakan secara luas oleh rumah tangga dan pelaku usaha makanan.

Pergerakan harga minyak goreng juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi biaya produksi makanan yang pada akhirnya berpotensi berpengaruh terhadap harga jual berbagai produk kuliner.

Harga Pangan Tidak Seragam Antarwilayah

Perlu dipahami bahwa angka yang tercantum dalam pemantauan harga pangan merupakan harga rata-rata dan tidak selalu sama dengan harga yang ditemukan masyarakat di setiap pasar.

Perbedaan harga dapat terjadi karena faktor lokasi, distribusi, kualitas barang, jumlah pasokan, serta kondisi transaksi di tingkat pedagang.

Data PIHPS sendiri memang menyediakan informasi harga pangan berdasarkan daerah dan komoditas, sehingga pemantauan dapat dilakukan secara lebih spesifik.

Sebagai gambaran, perkembangan harga di Kabupaten Cirebon pada hari yang sama juga menunjukkan pergerakan yang berbeda. Berdasarkan data PIHPS yang diberitakan Bisnis.com, harga cabai rawit merah di Cirebon mencapai Rp80.600 per kilogram, naik Rp3.350 atau 4,34 persen dibandingkan hari sebelumnya. Cabai merah keriting dan cabai merah besar juga mengalami kenaikan di wilayah tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kondisi harga pangan di tingkat kabupaten atau kota dapat berbeda dengan angka rata-rata provinsi.

Faktor Cuaca dan Pasokan Tetap Menjadi Perhatian

Fluktuasi harga pangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi komoditas pertanian.

Komoditas hortikultura seperti cabai relatif sensitif terhadap perubahan kondisi produksi dan pasokan. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga dapat mengalami kenaikan.

Sebaliknya, ketika pasokan meningkat dan distribusi berjalan lancar, harga dapat kembali mengalami penurunan.

Selain faktor produksi, distribusi dari sentra penghasil menuju pasar konsumen juga memiliki peranan penting. Gangguan pada distribusi dapat meningkatkan biaya logistik dan memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Masyarakat Diimbau Memantau Harga Sebelum Berbelanja

Dengan kondisi harga yang berubah-ubah, masyarakat disarankan untuk memperhatikan informasi harga pangan sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Pemantauan harga dapat membantu rumah tangga mengatur anggaran belanja dan menentukan prioritas kebutuhan.

Bagi pelaku UMKM kuliner, informasi harga juga penting untuk menghitung kembali biaya produksi. Perubahan harga cabai, minyak goreng, ayam, telur, dan bahan baku lainnya dapat berpengaruh terhadap struktur biaya usaha.

Karena harga dapat berbeda antarwilayah, konsumen juga disarankan membandingkan harga di beberapa pasar atau penjual sebelum melakukan pembelian.

Kesimpulan

Pergerakan harga pangan Jawa Barat pada Senin, 28 September 2026 menunjukkan kondisi yang cukup dinamis.

Cabai merah besar dan cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan, sedangkan cabai rawit hijau, bawang merah, cabai merah keriting, daging ayam ras, dan telur ayam mengalami penurunan. Harga gula relatif stabil, sementara beras dan minyak goreng tetap menjadi komoditas penting yang perlu dipantau masyarakat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa fluktuasi harga pangan tidak selalu bergerak dalam satu arah. Perubahan dapat terjadi pada komoditas yang berbeda dalam waktu bersamaan.

Bagi masyarakat Jawa Barat, informasi harga harian menjadi penting untuk membantu mengatur kebutuhan rumah tangga, sementara bagi pemerintah dan pemangku kepentingan, pemantauan harga dan pasokan diperlukan untuk menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika pasar.

Redaksi berita oleh ASBI Media Center, dirangkum dari sumber media lainnya dan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *